-->

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN TERBARU

Pada kesempatan kali ini, dengan senang hati saya bisa online lagi dan membagikan sedikit ilmu yang dulu pernah saya pelajari di kampus Akkes dulu, yaitu tentang Anatomi Sistem Pencernaan Manusia.

Berikut ini adalah Anatomi Sistem Pencernaan Manusia yang sudah saya susun dengan rapi dan teratur dengan Referensi terbaru, yang mudah-mudahn materi Anatomi Sistem Pencernaan Manusia yang saya her ini dapat bermanfaat untuk pembaca, dan memudahkan pembaca tanpa harus mengetik ulang tugas tentang Anatomi fisiologi manusia.

Baca Juga Asuhan Keperawatan Tuberkulosis Paru (TBC) Referensi Terbaru 2016



A.  Anatomi dan Fisiologi
Sistem penceraan merupakan saluran panjang (kurang lebih 9 meter ) yang terlibat dalam proses mencerna makanan, mulai dari mulut sampai dengan anus. Saluran ini akan menerima makanan dari luar tubuh dan mempersiapkannya untuk diserap serta bercampur dengan enzim dan zat cair melalui proses pencernaan, baik dengan cara pengunyahan, menelan dan mencampur menjadi zat-zat gizi dan energy (Tarwoto, 2009, hal. 263).
Gambar: 2.1. Anatomi Sistem Penceranaan
Miranda (2015)

1.      Anatomi sistem Pencernaan
Menurut Tarwoto, (2009, hal. 263). Saluran pencernaan dilapisi oleh 4 lapisan (tunika) yaitu tunika mukosa, tunika submujkosa, tunika muskulus sirkuler eksterna dan tunika serosa adventia. Tunika mukosa merupakan lapisan terdalam yang terdir dari lipatan-lipatan yang membentuk tonjolan (disebut dengan vili). Terbentuk dari epitel berlapis gepeng bertingkat yang berlanjut ke faring bagian atas, dalam keadaan normal bersifat alkali dan tidak tahan terhadap isi lambung yang sangat asam. Tunika submukosa terletak diantara lapisan mukosa dan muskularis, terdapat serat elastin, pembuluh darah, saraf dan sel ganglion. Mengandung sel-sel sekretoris yang menghasilkan mucus yang dapat mempermudah jalannya makanan sewaktu menelan dan mellindungi mukosa dari cedera akibat zat kimia. Tunika muskulus sirkuler eksterna merupakan obat bagian yang memungkinkan organ pencernaan dapat melakukan pergerakan atau kontraksi. Sedangkan tunika serosa adventia terdiri dari jaringan ikat.
a.       Mulut   
Mulut merupakan jalan masuk yang dilalui makanan pertama kali untuk sistem pencernaan. Rongga mulut dilengkapi dengan alat pencernaan (gigi dan lidah) serta kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan, secara umum, mulut terdiri dari 2 bagian atas bagian luar (vestibula) yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi dan rongga mulut bagian dalam yaitu rongga yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandibularis di sebelah belakang bersambung dengan faring. Palatum  terdiri atas palatum durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk palatum dari sebelah depan tulang maksilaris dan palatum mole (palatum lunak) terletak dibelakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri dari jaringan fibrosa dan selaput lendir.
Mulut mempunyai fungsi sebagai pemecah makanan menjadi zat-zat gizi, sekresi mulut berfungsi untuk meningkatkan pencernaan zat tepung, mengatur pemasukan cairan, mrerangsang nafs makan dengan cara melarutkan bahan makanan sehingga kontak bintik-bintik rasa dilidah dan melicinkan makanan sehingga mudah ditelan (Suratun, 2010: 3).
b.      Faring
Faring merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan esophagus. Di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. Di sini juga terletak persimpangan antara jalan nafas dan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut, di depan ruas tulang  belakang. Ke atas bagian depan berhubungan dengan rongga mulut dengan perantara lubang yang disebut ismus fausium.
Didalam faring terdapat sfingter Pharingoesofageal yang Berfungsi mencegah makanan dari esofagus masuk kedalam faring. Tonsil yang terdapat didalam lengkung faring berfungsi untuk pertahanan terhadap infeksi (Suratun, 2010: 3).
c.       Esofagus
Merupakan bagian saluran pencernaan sepanjang ±25 cm dan diameter 2cm. Esofagus berbentuk seperti tabung berotot yang menghubugkan rongga mulut dengan lambung dengan bagian posterior berbatasan dengan bagian posterior berbatasan dengan faring setinggi cartilage cricoidea dan sebelah anterior berbatasan dengan corpus vertebrae. Ketika seseorang menelan, maka spingter akan relaksasi secara otomatis dan akan membiarkan makanan atau minuman masuk ke dalam lambung. Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lamung. Agar makanan dpat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung.
Fungsi esofagus adalah menyalurkan makanan ke lamung. Agar makanan dpat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat ber-jalan menuju lambung.
d.      Lambung  
Lambung merupakan organ pencernan yang paling fleksibel karena dapat menampung makanan sebanyak 1-2 liter. Bentuknya seperti huruf  J atau kubah dan terletak di kuaran kiri bawah abdomen. Lambung merupakan kelanjutan dari esophagus bagian superior dan bersambung dengan usus kecil bagian duodenum. Fungsi utama dari lambung adalah menyimpan makanan yang sudah bercampur dengan cairan yang dihasilkan lambung (getah lambung).
Fungsi utama dari lambung adalah menyimpan makanan yang sudah bercampur dengan cairan yang dihasilkan lambung (getah lambung).
e.       Usus halus
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung yang terletak di antara spingter pylorus lambung dengan valve ileosekal yang merupakan bagian awal usus besar, posisinya terletak d sentral bawah abdomen yang disuport dengan lapisan mesenterika (berbentuk seperti kipas) yang memungkinkan usus halus ini mengalami perubahan bentuk (seperti berkelok-kelok). Mesenterika ini dilpaisi pembuluh darah, persyarafan dan saluran limfe yang mensuplai kebutuhan dinding usus.
Usus halus memiliki saluran paling panjang dari saluran pencernaan dengan panjang sekitar 3 meter dengan lebar 2,5 cm, walaupun tiap orang memiliki ukuran yang berbeda-beda. Usus halus sering disebut dengan usus kecil karena ukuran diameternya lebih kecil jika dibandingkan dengan usus besar. Usus halus ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m).
Fungsi usus halus menerima sekresi hati dan pangkreas, mengabsorbsi sari pati makanan dan menyalurkan sisa hasil metabolisme ke usus besar. Fungsi dari garam empedu dalam usus halus adalah  Emulsikan lemak, garam empedu mengemulsi globules lemak besar dalam usus halus g kemudian dijadikan globules lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja enzim. Absorbsi lemak, garam empedu juga membantu mengabsorbsi zat terlarut lemak dengan cara memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. Pengeluaran kolesterol dari tubuh, garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin untuk membentuk agregasi kecil yang disebut micelle yang akan dibuang melalui feses.
f.       Usus besar
Kolon merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus, memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar terbagi menjadi 3 daerah, yaitu : kolon asenden, kolon transversum, dan kolon desenden.
Fungsi usus besar antara lain adalah Menyerap air selama prose pencernaan. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli. Membentuk massa feses. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh.
g.      Rektum
Rektum merupakan lubang tempat pembuangan feses sebelum dibuang lewat anus feses akan ditampung terlebih dahulu pada bagian rektum. Apabila fese sudah siap di buang maka otot spinkter rektum mengatur pembukaan dan penutupan anus (Tarwoto, 2009, hal. 263).
Fungsi dari rektum untuk menampung feses terlebih dahulu pada bagian rektum, apabila feses sudah siap dibuang maka oto spinkter rektum mengatur pembukaan dan penutupan anus.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN TERBARU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel