-->

ANATOMI SISTEM PERNAPASAN



A.     Anatomi dan fisiologi
1.      Anatomi sistem pernapasan
Sistem pernapasan pada manusia dibagi menjadi beberapa bagian, saluran penghantar udara dari hidung hingga mencapai paru-paru sendiri meliputi dua bagian, yaitu saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah, berikut penjelasan lebih detail nya tentang anatomi sistem pernapasan menurut (Ardiansyah, 2012 hal: 291).

a.       Saluran pernapasan bagian atas (upper Respiratory Airway)
Fungsi utama dari saluran pernapasan atas sebagai saluran udara (air conduction) menuju saluran napas bagian bawah untuk pertukaran gas, melindungi (protecting) saluran napas bagian bawah dari benda asing, dan sebagai penghangat, penyaring serta pelembab dari udara yang dihirup hidung. Saluran pernapasan atas ini terdiri dari organ-organ berikut :
1)      Hidung (cavum nasalis)
Rongga hidung dilapisi sejenis selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah, rongga ini bersambung lapisan faring dan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk kedalam rongga hidung.

2)      Sinus paranasalis
Sinus paranasalis merupakan daerah uang terbuka pada tulang kepala. Nama sinus paranasalis sendiri disesuaikan dengan nama tulang dimana organ itu berada organ ini terdiri dari atas sinus frontalis, sinus etmoidalis, sinus spenoidalis, dan sinus maksilris. Fungsi dari adalah untuk membantu menghangatkan dan melembabkan udara untuk membantu menghangatkan dan melembabkan udara, meringankan berat tulang tengkorak, serta mengatur bunyi suara manusia dengan ruang resonansi.

3)      Faring (tekak)
Faring adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambunganya denga esofasgus pada ketinggian tulang rawan krikoid oleh karena itu letak faring dibelakang laring.

4)      Laring (tenggorokan)
Laring terletak didepan bagian terendah faring yang memisahkan faring dari columna vetebrata. laring merentang sanpai bagian atas vetebrata seruikalis dan masuk kedalam trakea dibawahnya. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat/disatukan oleh ligamen dan membran.

b.      Saluran pernapasan bagian bawah (lower air way)
Ditinjau dari fungsi nya secara umum saluran pernapasn bagian bawah terbagi menjadi dua komponen. Pertama saluran udara kondusif atau yang sering disebut sebagai percabangan dari trakeo bronkialis. Saluran ini terdiri atas trakea, bronki dan bronkioli. Kedua satuan respiratorius terminal yang merupakan saluran udara konduktif dengan fungsi utamanya sebagai penyalur (konduksi) gas masuk dan keluar dari satuan respiratorius terminal merupakan tempat pertukaran gas yang seseungguhnya. Alveoli sendiri merupakan bagian dari satuan respiratorius terminal.

1)      Trakea
Trakea atau batang tenggorokan memiliki panjang kira-kira 9cm. organ ini merentang laring sampai kira-kira dibagian atas vetebrata torakalis kelima. Dari tempat ini trakea bercabang menjadi dua bronkus (bronchi) . trakea tersusun atas 16-20 lingkaran tak lengkap, berupa cincin-cincin tulang rawan yang disatukan bersama oleh jaringan fibrosa dan melengkapi lingkaran disebelah belakang trakea selain itu trakea juga memuat beberapa jaringan otot.

2)      Bronkus dan bronkeoli
Bronkus yang terbentuk dari belahan dau trakea pada tingkatan vetebrata torakalis kelima mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh sejenis sel yang sama. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan,dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelum di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan ke lobus atas dan bawah. cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan kemudian menjadi lobus segmentalis.percabangan ini berjalan terus menjadi bronkus yang ukurannya semakin kecil,sampai akhirnya menjadi bronkiolus terminalis,yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). bronkiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1 mm.bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan.tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru.

3)      Alveolius
Alveolius (yaitu tempat pertukaran gas sinus) terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru, asinus atau.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0,5 s/d 1,0 cm. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn.

4)      Paru-paru
Bagian kiri dan kanan paru-paru terdapat dalam rongga toraks, paru-paru juga dilapisi pleura, yaitu pariental pleura dan visceral pleura. Didalam dinding alveolar meungkinkan udara melewati


2.      Fisiologi Sistem Pernapasan
Proses fisiologi pernapasan dimana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringan-jaringan, dan Co2 dikeluarkan ke udara (ekspirasi) dapat dibagi menjadi dua tahapan (stadium) yaitu stadium pertama dan stadium kedua (Ardiansyah, 2012 hal: 298).
a. Stadium pertama ditandai dengan fase ventilasi, yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru. Mekanisme ini dimungkinkan karena ada selisih tekanan antara atmosfer dan alveolusakibat kerja mekanis dari otot-oto.
b. Stadium kedua
1)      Disfungsi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan selsel jaringan;
2)      Distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannVa dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus.
3)      Reaksi kimia dan fisik dari o2 dan Co2 dengan darah respimi atau respirasi internal merupakan stadium akhir dari respirasi. Dimana oksigen dioksida untuk mendapatkan energi dan Co2 terbentuk sebagai sampah dari proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru
4)      Transportrasi adalah tahap kedua dari proses pernapasan yang mencakup proses disfungsi gas-gas melintasi membran alveolus kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0,5mm) kekuatan mendorong untuk pemindahan ini diperoleh dari selisih tekanan antara darah dan fase gas.
5)      Perfusi adalah pemindahan gas secara efektif antara alveolus dan kapiler paru-paru yang membutuhkan distribusi merata dari udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler dengan kata lain Ventilasi dan keadaan istirahat, maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang, kecuali pada aspeks paru-paru.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "ANATOMI SISTEM PERNAPASAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel